LATAR BELAKANG HISTORIS


Ketika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berdiri melanjutkan fungsi Lembaga Riset Nasional (LEMRENAS) dan Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) pada tahun 1967, terdapat dua lembaga yang menangani penelitian dan pengembangan bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, yaitu Lembaga Ekonomi Kemasyarakatan Nasional (LEKNAS) dan Lembaga Riset Kebudayaan (LRKN). Keduanya merupakan lembaga riset di bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan yang pertama di Indonesia yang dimiliki oleh pemerintah. Setelah hampir 20 tahun LIPI berjalan, di tahun 1986 dilakukan reorganisasi. Dalam reorganisasi ini LEKNAS dan LRKN dimekarkan menjadi empat Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), salah satu diantaranya adalah Puslitbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB).

Sebagian peneliti LEKNAS dan LRKN bergabung di dalam PMB. Pada saat itu PMB terdiri dari dua Balai Litbang (Balitbang), yaitu Balitbang Religi dan Filsafat dan Balitbang Sistem dan Dinamika Sosial Budaya. Dua Balitbang ini menunjukkan dua kompetensi utama yang menjadi otoritas PMB. Pada tahun 2001, LIPI melakukan reorganisasi yang kedua kalinya. Kali ini istilah Puslitbang disederhanakan menjadi Pusat Penelitian (Puslit) saja. Di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) yang tadinya ada empat Puslitbang ditambah satu lagi menjadi lima Puslit. PMB sebagai salah satu Puslit terbesar di Kedeputian IPSK ditambah kompetensinya dengan ilmu hukum. Kini Puslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan memiliki tiga bidang kompetensi yaitu Bidang Humaniora, Bidang Perkembangan Masyarakat, dan Bidang Hukum.



TUGAS DAN FUNGSI


Tugas pokok adalah melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian di bidang kemasyarakatan dan kebudayaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan.Fungsinya sebagai berikut:

  1. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penelitian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  2. Penyusunan pedoman, pembinaan dan pemberian bimbingan teknis penelitian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  3. Penyusunan rencana dan program penelitian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  4. Pemantauan pemanfaatan hasil penelitian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  5. Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  6. Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  7. Pelaksanaan urusan ketatausahaan.


VISI DAN MISI


VISI

Menjadi Pusat Penelitian dalam bidang Kemasyarakatan dan Kebudayaan yang menjadi rujukan nasional dan internasional.


MISI
  1. Menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  2. Membangun komunitas ilmiah yang memiliki integritas di bidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  3. Membangun lembaga yang mandiri.
  4. Menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat luas.


TUJUAN


  1. Mempersiapkan/melaksanakan program penelitian dan pengembangan dibidang kemsyarakatan dan kebudayaan.
  2. Mengembangkan kerjasama penelitian dan pengembangan kemsyarakatan dan kebudayaan dengan lembaga/instantsi dalam/luar negeri.
  3. Melaksanakan peningkatan kemampuan penelitian dan pengembangan dibidang kemasyarakatan dan kebudayaan.
  4. Ikut mengembangkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang kemasyarakatan dan kebudayaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.


KEBIJAKAN


Kebijakan PMB-LIPI adalah memperkuat core competence di bidang ilmu-ilmu kemasyarakatan dan kebudayaan dengan melakukan penelitian dan pengembangan dibidang tersebut baik yang sifatnya dasar, strategic maupun terapan.